KALAU BUKAN KITA YANG MENJAGA BUMI INI, SIAPA LAGI ?

Jumat, 05 Juni 2015

MITIGASI LETUSAN GUNUNG BERAPI


SEBELUM LETUSAN:
Cari tahu tentang system pengamanan di komunitas daerah masing-masing serta bagan alur keadaan darurat
 
1. Waspadai mengenai bahaya yang menyertai letusan gunungapi yaitu :
  • Lahar dan banjir bandang
  • Longsor dan hujan batu (material gunung api)
  • Gempa bumi
  • Hujan abu dan hujan asam
  • Tsunami
 2. Lakukan rencana evakuasi
  • Apabila anda tinggal di daerah rawan bencana gunung api,harus ingat route mana yang aman untuk dilalui.
  • Bentuk komunitas bahaya bencana gunungapi
  • Apabila anggota keluarga tidak berkumpul ketika terjadi letusan (misalnya yang dewasa sedang bekerja dan anak-anak sedang sekolah) usahakan untuk berkumpul dalam keluarga jangan terpisah.
  • Mintalah keluarga yang tinggal berjauhan untuk saling mengontak sebagai ‘hubungan keluarga’ sebab sehabis terjadi bencana biasanya lebih mudah untuk kontak jarak jauh.
  • Tiap anggota keluarga usahakan untuk mengetahui nama, alamat dan nomor telepon anggota keluarga yang lain.
 3. Buatlah persediaan perlengkapan darurat seperti :
  • Batere/ senter dan extra batu batere
  • Obat-obatan untuk pertolongan pertama
  • Makanan dan air minum untuk keadaan darurat.
  • Pembuka kaleng
  • Masker debu
  • Sepatu
  • Pakailah kacamata dan gunakan masker apabila terjadi hujan abu.
 4. Hubungi pihak-pihak yang berwenang mengenai penanggulangan bencana.
Walaupun tampaknya lebih aman untuk tinggal di dalam rumah sampai gunungapi berhenti meletus, tapi apabila anda tinggal di daerah rawan bahaya gunungapi akan sangat berbahaya. Patuhi instruksi yang berwenang dan lakukan secepatnya.

SELAMA LETUSAN:  

Ikuti perintah pengungsian yang diperintahkan oleh yang berwenang. 

Hindari melewati searah dengan arah angin dan sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung yang sedang meletus. 

Apabila terjebak di dalam ruangan/ rumah :
  • Tutup seluruh jendela, pintu-pintu masuk dan lubang /keran
  • Letakkan seluruh mesin ke dalam garasi atau tempat yang tertutup.
  • Bawa binatang atau hewan peliharaan lainnya ke dalam ruang yang terlindung
Apabila berada di ruang terbuka:
  • Cari ruang perlindungan .
  • Apabila terjadi hujan batu, lindungi kepala dengan posisi melingkar seperti bola.
  • Apabila terjebak dekat suatu aliran, hati-hati terhadap adanya aliran lahar.Cari tempat yang lebih tinggi terutama
  • Lindungi diri anda dari hujan
  • Kenakan pakaian kemeja lengan panjang dan celana
  • Gunakan kacamata untuk melindungi mata anda
  • Gunakan masker debu atau gunakan kain/ sapu tangan untuk melindungi pernapasan
  • anda
  • Matikan mesin mobil atau kendaraan lainnya kalau mendengar adanya aliran lahar
Hindari daerah bahaya yang telah ditetapkan oleh pemerintah/ lembaga yang berwenang/lihat peta daerah bahaya gunung api.

Akibat letusan gunungapi bisa dirasakan berkilo meter jauhnya dari gunung api yang sedang meletus. Aliran lahar dan banjir bandang, kebakaran hutan bahkan aliran awan panas yang mematikan dapat mengenai anda yang bahkan tidak melihat ketika gunung api meletus. 

Hindari lembah-lembah sungai dan daerah yang rendah. Mencoba mendekati gunung api yang sedang meletus merupakan ide yang dapat membawa maut.

Apabila anda melihat permukaan aliran air sungai naik cepat-cepat cari daerah yang lebih tinggi. Apabila aliran lahar melewati jembatan jauhi jembatan tersebut. Aliran lahar memiliki daya kekuatan yang besar , membentuk aliran yang mengandung lumpur dan bahan gunung api lainnya yang dapat bergerak dengan kecepatan 30-60 kilometer perjam. Awan panas yang mengandung debu gunungapi dapat membakar tumbuhan yang dilaluinya dengan amat cepat. Dengarkan berita dari radio atau televisi mengenai situasi terakhir bahaya letusan gunung api.


PASCA LETUSAN:

 

Apabila mungkin, hindari daerah-daerah zona hujan abu.

Apabila berada di luar ruangan:
  • Tutup mulut dan hidung anda. Debu gunungapi dapat mengiritasi system pernapasan anda.
  • Gunakan kacamata untuk melindungi mata anda.
  • Lindungi kulit anda dari iritasi akibat debu gunungapi.
  • Bersihkan atap dari hujan debu gunungapi
  • Hujan debu yang menutupi atap sangat berat dan dapat mengakibatkan runtuhnya atap bangunan. Hati-hati ketika bekerja di atap bangunan rumah.
Hindari mengendarai kendaraan di daerah hujan abu yang lebat.

Mengendarai kendaraan mengakibatkan debu tersedot dan dapat merusak mesin kendaraan tersebut.

Apabila anda punya penyakit pernapasan, hindari sedapat mungkin kontak dengan debu gunung api.

Tinggallah di dalam rumah sampai keadaan dinyatakan aman di luar rumah.

Ingat untuk membantu tetangga yang mungkin membutuhkan pertolongan.

Pengurangan Resiko Bencana
Melakukan identifikasi, kajian dan pemantauan resiko bencana dan memperkuat sistem peringatan dini Menggunakan pengetahuan, inovasi dan pendidikan untuk membangun suatu budaya aman dan ketahanan terhadap bencana di semua tingkatan— Memperkuat kesiapsiagaan terhadap bencana untuk menjamin pelaksanaan tanggap darurat yang efektif
Sosialisasi dan Koordinasi
Sosialisasi bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat yang tinggal disekitar gunungapi tentang potensi gunungapi, baik yang negatif (bahaya), maupun yang positif (sumberdaya). Koordinasi dilakukan dengan pemerintah daerah dan instansi terkait guna meningkatkan efektivitas dalam penanggulangan bencana erupsi gunung api.

Penataan Ruang Berbasis Kebencanaan
Upaya pengurangan risiko bencana gempabumi adalah dengan mengurangai elemen kerentanan, salah satunya adalah dengan cara penataan ruang yang berlandaskan kepada ainaliss kebencanaan gunungapi.

Berikut ini adalah upaya yang dilakukan dalam rangka penanggulangan bencana geologi yang disebabkan oleh erupsi gunung api yaitu:
  1. Melakukan pengamatan dan pemantauan terhadap gunung api aktif.
  2. Dengan melakukan pengamatan dan pemantauan yang terus menerus, maka diharapkan dapat dipelajari tingkah laku dan aktifitas semua gunung api aktif yang ada sehingga usaha perkiraan erupsi dan bahaya gunung api akan tepat dan cepat. Penyampaian informasi dalam rangka pengamanan penduduk dalam kawasan rawan bencana dapat dilakukan tepat waktu sehingga korban bisa dihindari.
  3. Melakukan pemetaan kawasan rawan bencana gunung apai
  4. Untuk mengetahui dan menentukan kawasan rawan bencana gunung api, tempat-tempat yang aman jika terjadi letusan, tempat pengungsian, alur pengungsian. Sehingga pada saat terjadi peningkatan aktifitas/ letusan, kita sudah siap dengna peta operasional lapangan.
  5. Mengosongkan kawasan rawan bencana
  6. Daerah atau kawasan yang termasuk kedalam kawasan rawan bencana harus dikosongkan dan dilarang untuk hunian tetap, karena daerah ini sering dilanda oleh produk letusan gunung api (lava, awan panas, jatuhan piroklastik)
  7. Melakukan usaha preventif
  8. Upaya untuk mengurangi bahaya akibat aliran lahar, yaitu dengan cara membuat tanggul penangkis, tanggul-tanggul untuk mengurangi kecepatan lahar, serta mengurangi volume air di kawah (Kelud , Galunggung)
Tahap kesiap siagaan merupakan tindakan-tindakan yang memungkinkan pemerintah, masyarakat maupun perorangan mampu mengantisipasi segera mungkin dan seefektif mungkin terhadap situasi kejadian bencana misalnya:
  1. Menyiapkan peralatan penanggulangan bencana untuk digunakan sewaktu-waktu.
  2. Pelaksanaan efakuasi atau pengungsian.
  3. Menyiapkan sistem peringatan dini (komunikasi darurat).
  4. Melakukan penyuluhan serta memberi informasi tentang kebencanaan pada masyarakat. 
  5. Melakukan pelatihan penanggulangan bencana

1 komentar:

  1. Baccarat | the best way to play on the online casino - Wolverione
    Baccarat has evolved 메리트 카지노 고객센터 into a new card game that's now available on desktop and 바카라 사이트 mobile, and is being played for free by many choegocasino of the most successful

    BalasHapus

WAKTU DUNIA

Flag Counter